Kantor pusat perusahaan berada di Jakarta dan terdapat sekitar 20 staf yang bertanggung jawab atas Penjualan & Pemasaran, Administrasi, HRD dan Umum.
Operasional bisnisnya berada di Sukabumi dan perusahaan merekrut masyarakat lokal dan melatih mereka agar mampu memberikan layanan yang memenuhi standar perusahaan.
Saat perusahaan didirikan, kawasan sepanjang Sungai Citarik masih masuk dalam kategori desa tertinggal (IDT). Sulit untuk menemukan masyarakat lokal dengan latar belakang pendidikan yang baik, kebanyakan mereka hanya tamatan SMP. Meski demikian, Community Development telah menjadi salah satu misi perusahaan dengan memberikan pelatihan dan sertifikasi gratis kepada masyarakat setempat untuk menjadi pemandu, pramusaji, pengurus rumah tangga, dan keamanan. Selain pelatihan keterampilan, Arus Liar juga memberikan pelatihan kebutuhan khusus untuk industri pariwisata seperti Customer Service, Bahasa Inggris, Komputer, Pertolongan Pertama dan CPR, Pemadam Kebakaran dll. Saat ini Arus Liar mempekerjakan lebih dari 100 tenaga kerja terampil di lapangan dan beberapa diantaranya adalah Pemandu Arung Jeram Indonesia pertama yang mendapat sertifikasi dari International Rafting Federation sebagai Instruktur.